Final Thomas & Uber Cup 2026


Ternyata Prancis seperti lupa satu hal mendasar: kalau sudah masuk final dan berhadapan dengan raja bulutangkis dunia, temboknya bukan cuma tinggi, tapi tebal dan berlapis seperti Tembok Raksasa China. Di final Thomas, mereka datang dengan percaya diri. Format tiga tunggal di depan sudah disiapkan rapi. Secara teori, itu skema ideal buat tim yang punya tiga tunggal yang berkualitas tinggi. Tapi mereka lupa, lawannya bukan tim biasa. Lawannya adalah China.

Prancis memang punya tiga tunggal kokoh: Christo, Alex dan Toma. Bahkan kalau dilihat dari progres beberapa tahun terakhir, grafik mereka naik. Ganda mereka pun bukan pelengkap. Meski Popov juga yang main rangkap, diam-diam menggigit. Tapi tetap saja, tembok raksasa itu tidak retak.

Shi Yu Qi menang lewat perang stamina 85 menit. MS ke dua, Li Shi Feng justru tumbang, ini bukti Prancis bukan tim ecek-ecek. Di partai ke tiga, di sinilah mental juara bicara. 96 menit. 22-20 di game ketiga. Itu bukan sekadar menang, itu menguras harapan lawan. Dan benar Adam/Rossi seakan kena mental, kalah straight game, bahkan telak. Begitu poin ketiga diamankan, partai duo Popov di match terakhir bahkan tak perlu dimainkan.

China mungkin gagal di Uber. Di sektor putri mereka tumbang 1-3 dari Korea. Tapi lihat polanya: hampir tiap turnamen besar beregu, mereka jarang sekali zonk dua sektor sekaligus. Kalau Uber jatuh, Thomas dibalas. Konsistensi level elite. Itulah bedanya tim besar dan tim yang sedang naik.

Sekarang bandingkan dengan Indonesia. Tahun ini benar-benar pahit. Bukan semifinal. Bukan perempat final. Bahkan fase gugur pun tidak. Gugur di grup. Itu level yang tidak biasa untuk negara dengan tradisi sebesar Indonesia. Rasanya deja vu dengan Olimpiade terakhir. Hanya sektor putri yang bisa kasih medali perunggu. Selebihnya? Sunyi.

Indonesia sekarang seperti terjebak di zona medioker. Bukan tim papan atas, tapi juga bukan tim lemah. Masalahnya, di turnamen beregu, posisi “cukup bagus” itu tidak pernah cukup. China boleh kalah di satu sisi. Tapi mereka selalu punya cadangan kekuatan di sisi lain. Itu yang belum kita miliki saat ini: kedalaman dan kepastian poin. Prancis datang dengan rasa penasaran ingin juara. China datang dengan kebiasaan juara. Dan di level tertinggi, kebiasaan selalu lebih kuat daripada rasa penasaran.

Hasil Final Selengkapnya
Uber CupChina  v  Korea     1-3
Thomas Cup   China vFrance 3-1

WS1Wang ZY  v  An Se Y47' 10-21 13-21
WD1 Liu/Tan vJeon/Lee53' 21-15 21-12
WS2Chen YF vKim GE55' 19-21 15-21
WD2 Jia/Zhng vBaek/Km55' 21-16 10-21 13-21
WS3Han Yue vSim YJNo Match


MS1Shi Y Qi  v  C Popov85' 21-16 16-21 21-17
MS2Li Si F vA Lanier43' 13-21 10-21
MS3  Weng H vT Popov96' 22-20 20-22 21-19
MD2He/Ren vAdm/Ros38' 21-13 21-16
MD1Lia/Wng vPop/Popv  No Match


📢 Danipay: Channel Reaction Badminton Indonesia
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk live reaction dan mengomentari pemain-pemain Indonesia dari semua level. Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.

Posting Komentar

0 Komentar