Indonesia akhirnya menutup turnamen dengan raihan 7 gelar juara dari tiga kelompok usia, sebuah hasil yang patut diapresiasi mengingat persaingan tahun ini berlangsung sangat ketat. Gelar tersebut datang dari sektor MS U19, WD U19, MD U19, XD U17, BS U17, BD U17, serta GS U15. Dominasi Indonesia terutama terlihat di kategori U17, yang berhasil menyumbang tiga gelar sekaligus dan menjadi kelompok usia paling produktif bagi Merah Putih.
Meski demikian, jika melihat perjalanan sepanjang turnamen, sebenarnya peluang Indonesia untuk membawa pulang gelar lebih banyak cukup terbuka. Beberapa wakil berhasil menembus partai final di berbagai sektor, namun harus puas menjadi runner-up setelah menghadapi lawan-lawan tangguh dari Hong Kong, Thailand, Jepang, hingga Malaysia. Di U19 misalnya, Indonesia masih kehilangan gelar pada ganda campuran dan tunggal putri, sementara di U17 sektor ganda putri juga belum mampu menembus podium tertinggi. Di U15, tunggal putra juga harus mengakui keunggulan wakil Jepang.
Kabar baiknya, hampir semua sektor berhasil mengirimkan wakil hingga babak-babak akhir. Ini menunjukkan kualitas Indonesia tetap terjaga, terutama pada nomor ganda yang kembali menjadi andalan. Sejumlah final bahkan mempertemukan sesama pemain Indonesia sehingga satu gelar sudah dipastikan menjadi milik Merah Putih sebelum pertandingan dimulai. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa pembinaan di beberapa sektor berjalan cukup baik, meski masih ada pekerjaan rumah untuk meningkatkan konsistensi di nomor tunggal.
Secara keseluruhan, tujuh gelar juara merupakan modal yang sangat positif. Namun melihat banyaknya wakil Indonesia yang berhasil mencapai semifinal dan final, rasanya hasil ini masih menyisakan sedikit rapor merah karena peluang untuk meraih delapan, sembilan, bahkan lebih dari sepuluh gelar sebenarnya sempat terbuka. Evaluasi tentu tetap diperlukan, terutama ketika menghadapi pemain-pemain unggulan dari luar negeri pada laga-laga penentuan. Dengan pengalaman yang didapat di turnamen ini, diharapkan para pemain muda Indonesia semakin matang dan mampu tampil lebih dominan pada kejuaraan internasional berikutnya.
| XD | Cheu/Chu | v | Y Che/Au-Ye | 19' 21-14 3-2 Ret | ||
| MS | B Lim | v | Radit Bayu | 39' 13-21 9-21 | ||
| WS | Ip S Y | v | M Cruz | 46' 21-15 25-23 | ||
| MD | Faiz/Anju | v | Vito/Grend | 58' 21-16 15-21 15-21 | ||
| WD | Au/Chu | v | Nirul/Putri | 63' 21-18 18-21 13-21 |
U17
| XD | Zaka/Rahm | v | Prad/Rena | 30' 21-17 21-16 | ||
| BS | T Kushima | v | A Kusuma | 52' 22-24 20-22 | ||
| GS | M Masuda | v | K Kakanik | 59' 21-14 16-21 21-16 | ||
| BD | Afla/Guna | v | Disa/Zaka | 27' 11-21 15-21 | ||
| GD | Roen/Than | v | Aura/Afiza | 33' 21-14 21-15 |
U15
| GS | N Krirkk | v | N Choksa | 34' 19-21 19-21 | ||
| BS | T Hirashima | v | R Lumoind | 43' 21-18 21-16 | ||
| BD | Kurnia/Leo | v | Chai/Vong | 27' 21-17 21-16 | ||
| GD | Jofi/Leyd | v | Krir/Whan | 32' 6-21 9-21 |
Info Link Live PB Jaya Raya Junior GP 2026
📢 Danipay: Channel Reaction Badminton Indonesia
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk live reaction dan mengomentari pemain-pemain Indonesia dari semua level. Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk live reaction dan mengomentari pemain-pemain Indonesia dari semua level. Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.
0 Komentar