Perjalanan Indonesia di BWF World Junior Championships 2026 akhirnya terhenti di semifinal. Menghadapi Malaysia, tim junior Merah Putih harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah straight game dengan skor 49-55 dan 42-55 dalam format relay point 55×3. Setelah melewati fase awal dengan kemenangan telak atas Azerbaijan dan Sri Lanka, Indonesia akhirnya mendapatkan ujian sesungguhnya, tetapi gagal melewatinya untuk mengamankan tiket ke final.
Pada game pertama, Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat. F Joe membuka relay dengan kemenangan 11-6, tetapi Malaysia membalas melalui Lim/Low yang menang 16-6 atas Atres/Aurel. J Angelia kemudian membawa Indonesia kembali unggul tipis dengan kemenangan 16-10. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Mos/Reya kalah 10-12, membuat Malaysia berbalik unggul 44-43 sebelum Ling/Shaz menutup game pertama dengan kemenangan 11-6. Indonesia kalah 49-55, padahal persaingan sempat berjalan sangat ketat.
Memasuki game kedua, situasinya justru semakin sulit. Malaysia langsung mengambil kendali setelah WJ Tiew mengalahkan F Joe 11-7, disusul Lim/Low yang menang 11-4 atas Atres/Aurel. Indonesia sempat memberikan perlawanan lewat J Angelia yang menang 17-11 atas C Tee. Namun, Mos/Reya kembali kehilangan angka setelah kalah 9-11, sementara Edsel/Anju juga tak mampu membendung Haf/Redz yang menang 11-7. Malaysia akhirnya memastikan kemenangan 55-42 sekaligus menyudahi perjuangan Indonesia di semifinal.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa kemenangan besar pada fase awal tidak selalu mencerminkan kekuatan saat menghadapi lawan yang lebih tangguh. Malaysia mampu memanfaatkan momentum, terutama ketika berhasil membalikkan keadaan di game pertama. Indonesia sempat memberikan tekanan, tetapi kehilangan kendali pada momen-momen penting. Di format relay point seperti ini, selisih angka bisa berubah cepat, sehingga setiap relay punya pengaruh besar terhadap hasil akhir tim.
Indonesia pun harus mengubur harapan melaju ke final dan kini mengakhiri perjuangan beregu campuran di semifinal. Tentu hasil ini mengecewakan setelah dua kemenangan awal yang meyakinkan. Namun, pertandingan melawan Malaysia memperlihatkan pekerjaan rumah yang harus dibenahi: menjaga konsistensi, menghindari kehilangan angka besar, dan lebih tenang saat persaingan memasuki fase krusial. Kali ini Malaysia lebih siap dan pantas melangkah ke final, sementara Indonesia harus menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya di kejuaraan dunia junior.
| Malaysia | v | (55-49) (55-42) | |
| WJ Tiew | v | 08' 06-11 (06-11) | |
| Lim/Low | v | 12' 16-06 (22-17) | |
| C Tee | v | 14' 10-16 (32-33) | |
| Redz/Low | v | 10' 12-10 (44-43) | |
| Ling/Shaz | v | 07' 11-06 (55-49) | |
| WJ Tiew | v | 08' 11-07 (11-07) | |
| Lim/Low | v | 07' 11-04 (22-11) | |
| C Tee | v | 10' 11-17 (33-28) | |
| Redz/Low | v | 09' 11-09 (44-37) | |
| Haf/Redz | v | 09' 11-07 (55-42) | |
| WJ Tiew | v | No Match | |
| Lim/Low | v | No Match | |
| C Tee | v | No Match | |
| Redz/Low | v | No Match | |
| Shaz/Redz | v | No Match |

0 Komentar