Di sektor tunggal putra, Alwi Farhan menunjukkan mental dan konsistensi yang solid sepanjang turnamen. Menghadapi P. Teeraratsakul di partai final, Alwi tidak berada dalam posisi inferior. Rekor pertemuan yang berimbang menjadi indikasi bahwa laga ini terbuka dan sangat ditentukan oleh eksekusi di hari pertandingan.
Sementara itu, harapan besar juga datang dari sektor ganda putra lewat pasangan Ray/Niko. Performa mereka yang stabil sejak babak awal hingga semifinal memperlihatkan kematangan permainan, baik dari sisi rotasi, kecepatan, maupun ketahanan reli. Menghadapi Goh/Uddin di final, Ray/Niko memiliki modal kuat untuk mengamankan gelar di hadapan publik sendiri.
Dengan dukungan penuh Istora Senayan dan momentum sebagai tuan rumah, dua wakil Indonesia ini tidak hanya hadir sebagai finalis, tetapi sebagai penantang serius gelar juara. Indonesia mungkin tersisa dua di final, namun peluang juara tetap terbuka lebar.
Final Indonesia Masters S500
| WS | Chen YF | v | Opatniputh | 52' 23-21 21-13 | ||
| XD | Chen/Toh | v | Mat/Boje | 57' 14-21 21-17 21-11 | ||
| WD | Tan/Thina | v | Arisha/Miy | Walkover | ||
| MS | Alwi Farh | v | Teeraratskl | 25' 21-5 21-6 | ||
| MD | Ray/Niko | v | Goh/Uddin | 36' 19-21 13-21 |
📢 Danipay: Channel Reaction Badminton Indonesia
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk reaction pemain Indonesia dari semua level.
Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk reaction pemain Indonesia dari semua level.
Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.
0 Komentar