Namun secara matematis, peluang Korea Selatan untuk menjadi juara umum masih terbuka lebar. Jika An Se Young mampu mengamankan gelar di tunggal putri, lalu Baek Ha Na/Lee So Hee menang di ganda putri, dan Kim Won Ho/Seo Seung Jae berjaya di ganda putra, Korea akan mengoleksi tiga gelar. Jumlah tersebut berpotensi melampaui China, meski Negeri Tirai Bambu memiliki wakil terbanyak di final dan sudah mengantongi satu gelar lebih awal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banyaknya wakil di final tidak selalu berbanding lurus dengan status juara umum. Korea datang dengan efisiensi dan ketajaman di sektor-sektor kunci, sementara China mengandalkan kedalaman skuad. Bagi Indonesia, absennya wakil di final menjadi pengingat bahwa persaingan elite semakin ketat, sekaligus pemicu semangat untuk kembali hadir dan bersaing dalam perebutan gelar dan juara umum di turnamen level tertinggi.
| WS | An S Y | v | Wang Z Y | 56' 21-15 24-22 | ||
| WD | Liu/Tan | v | Baek/Lee | 67' 21-18 21-12 | ||
| XD | Feng/Hu | v | Jiang /Wei | 45' 21-19 21-19 | ||
| MS | Shi Y Q | v | K Vitidsarn | 36' 21-23 1-6 Ret | ||
| MD | Kim/Seo | v | Aaron/Soh | 66' 21-15 12-21 21-18 |
Info Link Live Malaysia S1000
📢 Danipay: Channel Reaction Badminton Indonesia
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk reaction pemain Indonesia dari semua level.
Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk reaction pemain Indonesia dari semua level.
Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.
0 Komentar