Final BAC 2026


Final sudah selesai. Dua negara saja yang juara, Korea dan tuan rumah China. Dewi Fortuna kali ini merapat ke Korea untuk status juara umum. Tidak ada wakil Indonesia di partai puncak kali ini, dan itu fakta yang harus diterima hampir di tiap event. 

Dan fakta berikutnya juga bahwa tidak ada wakil Asia Tenggara yang juara. Dominasi Asia Timur terus terjadi yang sepertinya tak tergoyahkan hampir di sepanjang olahraga ini diselenggarakan.

Perjalanan Indonesia tak sedikit yang berhenti lebih awal dan berkhir sebelum puncak, walau bukan tanpa perlawanan. Ada momen-momen seru, ada tekanan yang diberikan, ada harapan yang sempat hidup. Hanya saja, di level elite seperti ini, silap mata saja bisa jadi pembeda besar. Satu reli, satu keputusan, satu momentum, itu cukup untuk mengubah hasil akhir.

Absennya Indonesia di final bukan akhir cerita. Ini alarm dan juga peringatan keras. Bahwa konsistensi di semifinal dan final masih jadi PR. Bahwa kualitas sudah mendekat, tapi belum cukup stabil untuk menutup turnamen dengan trofi.

Dan justru di situ letak tantangannya. Indonesia tidak ada di podium puncak hari ini, tapi fondasi tetap ada. Talenta tetap ada. Mental bertanding sedang dibentuk. Turnamen boleh selesai, tapi proses belum. Karena buat Indonesia, targetnya bukan sekadar lolos final. Targetnya berdiri paling akhir. Meski entah sampai kapan.


Final – 12 APR
XDDech/Supi  v  Kim/Jang  Walkover
WS An S Y  vWang ZY60' 21-12 17-21 21-18
WDLiu/Tan  vLi/Luo07' 5-8 Retired 
MDKim/Seo  vKang/Ki42' 21-13 21-17
MS A Shetty  vShi Yu Qi42' 8-21 10-21




📢 Danipay: Channel Reaction Badminton Indonesia
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk reaction pemain Indonesia dari semua level.
Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.

Posting Komentar

0 Komentar