Final Badminton Singapore Open 2026


Ah, rasanya memang menyakitkan. Bukan bermaksud meremehkan Reddy/Shetty yang memang bermain luar biasa sepanjang pekan, tetapi banyak pendukung Indonesia pasti merasa inilah momen yang seharusnya bisa dimanfaatkan Fajar/Fikri. Setelah pasangan unggulan Korea Kim/Seo tersingkir lebih dulu, jalan menuju gelar terlihat jauh lebih terbuka. Apalagi Fajar/Fikri datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Liang/Wang dengan skor yang bahkan nyaris tidak masuk akal di level semifinal. Sayangnya, kesempatan emas itu kembali terlepas.

Yang membuat kekalahan ini terasa lebih pahit adalah karena ini seperti memperpanjang "kutukan" ganda putra Indonesia. Sejak meraih gelar pertama, berkali-kali kita melihat ada peluang untuk menambah koleksi juara, tetapi selalu kandas di momen penentuan. Padahal pada game pertama final, Fajar/Fikri sempat menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri penantian itu setelah menang 21-18. Namun perlahan momentum berbalik, Reddy/Shetty menemukan ritme permainan mereka, sementara pasangan Indonesia tidak lagi sedominan saat semifinal.

Kalau melihat keseluruhan turnamen, sebenarnya hasil Indonesia tidak buruk. Dari kondisi yang nyaris tanpa harapan setelah banyak wakil tumbang di awal, akhirnya masih bisa mengirim satu wakil ke final dan satu wakil muda ke semifinal. Alwi Farhan bahkan menjadi salah satu cerita terbesar turnamen ini lewat kemenangan sensasional atas Shi Yu Qi dan Kodai Naraoka. Hanya saja karena trofi sudah terlihat begitu dekat, kekalahan di partai terakhir membuat semua pencapaian itu terasa sedikit kurang lengkap.

Menariknya, Singapore Open kali ini juga tidak menghasilkan juara umum yang benar-benar dominan. Jepang pulang tanpa gelar meski sempat menempatkan banyak wakil di fase akhir. Tuan rumah Singapura juga gagal merasakan euforia juara. Pada akhirnya gelar dibagi rata ke lima negara berbeda: Korea Selatan lewat An Se Young, China lewat Jia/Zhang, Denmark lewat Mathias Christiansen dan Alexandra Bøje, India lewat Reddy/Shetty, serta Prancis lewat Alex Lanier. Turnamen ini benar-benar menunjukkan betapa meratanya persaingan bulutangkis dunia saat ini, dan itulah yang membuat kekalahan Fajar/Fikri terasa makin disayangkan karena peluang menjadi negara kelima yang berpesta sebenarnya terbuka lebar.

Final
WD Liu/Tan  v Jia/Zhang53' 20-22 19-21
WSAn Se Y vYamaguchi65' 21-17 17-21 21-19
XDMat/Bøje vShim/Hoba 60' 17-21 21-12 21-12
MDRed/Shett v Fajar/Fikri73' 18-21 21-17 21-16
MSA Lanier vLoh K Y74' 17-21 21-15 21-14


📢 Danipay: Channel Reaction Badminton Indonesia
Jangan lupa subscribe channel Danipay di YouTube untuk live reaction dan mengomentari pemain-pemain Indonesia dari semua level. Cek juga halaman Tentang Danipay buat info lengkap.

Posting Komentar

0 Komentar